Mentan Amran Dinilai Berhasil Jaga Ketahanan Pangan Nasional

By Admin


Mentan Andi Amran Sulaiman Bersama Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

nusakini.com, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asef Saifuddin Jahar, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Penilaian positif tersebut disampaikan secara terbuka oleh sang akademisi pada Kamis (24/9) di Jakarta.

Asef meyakini bahwa Indonesia dianugerahi keuntungan letak geografis sebagai wilayah beriklim tropis yang sangat ideal untuk sektor agraris. Keunggulan alamiah ini menurutnya harus terus dioptimalkan melalui pengelolaan pertanian yang terstruktur dan berkelanjutan.

Pertemuan dalam sebuah program kursus eksekutif rupanya memberikan pandangan baru baginya mengenai dedikasi sang menteri. "Saya sangat kagum dan terkesan dengan jejak langkah, perjalanan hidup, dan kontribusinya di dalam pengembangan pertanian, khususnya terkait dengan padi," ungkap Asef.

Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras domestik berhasil menembus angka 34,69 juta ton sepanjang tahun 2025 lalu. Angka perolehan ini merepresentasikan kenaikan sebesar 4,07 juta ton atau setara 13,29 persen jika disandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tingkat kesejahteraan para petani juga terindikasi membaik berdasarkan pengukuran statistik pemerintah pada Agustus 2026. Indikator Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat meningkat ke level 129,19 dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya berada di angka 127,84.

Kolaborasi lintas instansi diyakini menjadi kunci utama dalam mempertahankan tren positif di sektor hulu tersebut. "Saya harap juga pemerintah daerah bersama-sama ikut mendukung ini," tutur Asef merujuk pada upaya peningkatan kemandirian logistik daerah.

Pemerintah mengklaim telah mengamankan status swasembada untuk delapan komoditas strategis pada tahun 2026, termasuk di antaranya komoditas beras dan jagung. Transformasi masif ini diklaim sebagai hasil dari rentetan program intensif seperti perbaikan irigasi hingga penyaluran pupuk subsidi.

Lonjakan hasil panen ini akhirnya bermuara pada kemampuan negara mencetak rekor ekspor perdana seribu ton beras ke Malaysia pada Agustus 2026. Fenomena ini diyakini membuktikan bahwa target pemenuhan cadangan dalam negeri telah terlampaui dengan sangat baik.

"Indonesia adalah daerah tropis sehingga cocok untuk pengembangan ini, sehingga kita bukan hanya untuk kebutuhan kita, tetapi juga untuk ekspor," jelasnya menggarisbawahi keunggulan negara. Institusi pendidikan tinggi juga diharapkan mampu merespons tantangan ini dengan menyumbangkan inovasi serta riset aplikatif bagi kaum tani.

Akademisi senior ini menaruh harapan besar agar semangat perbaikan sektor agraris dapat terus direplikasi secara nasional. "Maju terus Pak Amran, semoga Amran-Amran lainnya akan hadir di Indonesia," pungkasnya memberikan dukungan moral. (*)